Senin, 29 Juni 2015

Gereja di Dunia Diam-diam Pantau Jemaat Mereka dengan Software Khusus

GEREJA di seluruh dunia diam-diam telah mulai mengawasi jemaat mereka dengan menggunakan perangkat lunak pengenal wajah. Sekitar 30 gereja dari negara seperti Amerika Serikat, Indonesia, India, dan Portugal sudah mulai menggunakan Churchix, program khusus yang dirancang untuk lembaga keagamaan dari perusahaan Israel-Amerika yang disebut Face-Six, kantor berita RT melaporkan Selasa pekan lalu. “Pada awalnya, saya terkejut. Kami tidak pernah berpikir gereja sebagai klien potensial kami, tetapi sekarang kami mengerti kebutuhan tersebut. Kebanyakan gereja mulai melacak anggota mereka,” kata Moshe Greenshpan, CEO perusahaan. Menurut Moshe Greenshpan, dengan menggunakan perangkat lunak ini gereja dapat memantau kehadiran jemaat dan mengingatkan gereja jika seseorang berhenti atau jarang datang ke layanan. Laporkan iklan? Perangkat lunak ini juga dapat digunakan sebagai sistem keamanan untuk memperingatkan gereja ketika sosok yang masuk daftar hitam seperti penjahat lokal dan pelaku seks mencoba masuk, jelasnya. CEO perusahaan Face-Six itu menjelaskan bahwa perangkat lunak bekerja lebih baik jika secara terbuka digunakan kepada pengunjung yang secara sukarela melihat kamera pada titik-titik cek, namun menambahkan bahwa gereja memilih untuk tidak menarik perhatian atas tindakan mereka tersebut. “Saya tidak berpikir gereja akan memberitahu jemaatnya soal ini,” kata Greenshpan. “Kami mendorong mereka untuk melakukannya, tapi saya tidak berpikir mereka lakukan hal itu. Pertanyaan utama adalah, haruskah gereja melacak jemaat mereka ketika tidak menghadiri acara, apakah itu secara manual, atau secara elektronik?” [fq/islampos] Laporkan iklan? islampos mobile : Yuk Share :

Inilah Istilah Lain dari Babi

BARU-baru ini kita menyaksikan pemandangan yang sangat memprihatinkan: seorang perempuan berkerudung sedang menyantap makanan yang bertuliskan Siomay ‘cu nyuk’. Foto yang diunggah dan menyebar di media sosial itu sontak menjadi perbincangan hangat. Bukankah cu nyuk artinya daging babi? Besar kemungkinan, si pembeli tadi teledor dan tidak menanyakan terlebih dahulu kepada penjualnya. Di sisi lain, si penjual juga tidak berlaku jujur karena tidak memberi informasi yang sejelas-jelasnya tentang makanan yang mereka jajakan. Wakil Direktur Bidang Auditing dan Sistem Jaminan Halal, Ir. Muti Arintawati menyatakan di tengah ramainya barang-barang impor, seiring dengan Masyarakat Ekonomi Asean, konsumen di Indonesia memang harus lebih kritis terhadap produk yang hendak mereka konsumsi. Banyak istilah yang belum mereka pahami, sehingga sangat disarankan agar konsumen bertanya terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu yang kandungan bahannya belum mereka ketahui. “Ini untuk menghindari kejadian seperti ibu-ibu yang membeli siomay cu nyuk, beberapa waktu lalu,” tukasnya. Sebagai contoh, banyak yang belum memahami bahwa label bertulis This product contain substance from porcine, artinya produk tersebut mengandung bahan dari babi. Begitu juga dengan istilah The source of gelatin capsule is porcine, yang artinya kapsul dari gelatin babi. Laporkan iklan? Berikut istilah yang digunakan dalam produk yang mengandung/menggunakan unsur babi, sebagaimana dirilis Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). PIG: Istilah umum untuk seekor babi atau sebenarnya babi muda, berat kurang dari 50 kg. PORK: Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan. SWINE: Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kumpulan spesies babi. HOG: Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg. BOAR: Babi liar / celeng / babi hutan. LARD: Lemak babi yang digunakan untuk membuat minyak masak dan sabun. BACON: Daging hewan yang disalai, termasuk / terutama babi. HAM: Daging pada bagian paha babi. SOW: Istilah untuk babi betina dewasa (jarang digunakan) SOW MILK: susu babi. PORCINE: Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi. Porcine sering digunakan di dalam bidang pengobatan/ medis untuk menyatakan sumber yang berasal dari babi. Di tengah-tengah masyarakat juga dikenal istilah-istilah lain yang merujuk pada babi, misalnya charsiu, cu nyuk, mu, chasu, yakibuta, nibuta, B2, khinzir dan lain-lain. “Jika menemukan istilah-istilah tersebut di atas, konsumen tak perlu ragu untuk meninggalkan produk tersebut dan menggantinya dengan produk sejenis yang telah bersertifikat halal,” jelas Farid MS juru bicara LPPOM MUI. [rn/Islampos]

‘Masa Tuhan Bisa Mati?’ dan Anthony pun Masuk Islam

ANTHONY Vatswaf Galvin Green lahir Dar es Salam, Tanzania. Ibunya seorang Katolik yang taat dan ayahnya seorang agnostik, dan sejak kecil Anthony dididik sebagai seorang Katolik yang taat. Ayahnya seorang administrator kolonilal kerajaan Inggris. Kini, kerajaan yang terbentang begitu luasnya lebih dari sepertiga permukaan bumi itu telah hancur. Satu-satunya yang tersisa adalah beberapa pulau di Falklands. Begitu banyak hal yang berubah, termasuk Antony, bahkan namanya kini berubah menjadi Abdur Raheem Green—setelah ia masuk Islam tentunya. Oleh ibunya, Anthony kecil adiknya, Duncan disekolahkan di asrama biara. Setiap hari ia hidup bersama para biarawan di Ampleforth College, di Yorkshire, Inggris Utara. Sang ibu menganggap dengan bersekolah di asrama akan membuat Anthony menjadi penganut Katolik yang taat. “Seharusnya ibu juga menikah dengan seorang Katholik, tapi karena ibu menikah dengan ayah yang agnostik, ia merasa menjadi seorang penganut Katolik yang buruk. Maka, ia ingin menjadikanku seorang Katolik yang taat,” terang Anthony. Saat Anthony berumur sembilan tahun, sang ibu mengajarinya sebuah doa yang biasa diucapkan oleh umat Katholik. Doa itu dimulai dengan kalimat “Salam maria, ibu Tuhan”. Namun, kalimat itu membuat Anthony heran. Bahkan dalam usianya yang baru sembilan tahun, kalimat itu seperti pukulan pertama, mendengar ibu berkata salam maria ibu Allah “Aku kemudian bertanya pada diri sendiri bagaimana Tuhan bisa memiliki ibu?” katanya. Ia berpikir Tuhan seharusnya tanpa awal dan tanpa akhir. Bagaimana bisa Tuhan memiliki seorang ibu? Anthony kecil kemudian mengambil kesimpulan “jika Maria adalah ibu Tuhan, maka pasti Maria menjadi Tuhan lebih baik daripada Yesus.” Belum lagi soal pelajaran di sekolahnya yang semakin membuatnya galau. Di sekolah, dalam satu kali setahun selalu ada pengakuan dosa kepada pastor. “Kamu harus mengakui semua dosa, jika tidak maka pengakuan dosa-dosamu tidak akan diampuni,” demikian kata sang pastur yang terus diingat oleh Anthony. Anthony merasakan keimanannya semakin bermasalah. Pikirannya mulai liar, ia bahkan memiliki ide “Tuhan menjadi manusia”. Pikirannya mulai terbuka. Ia sering bertanya mengapa harus sekolah di asrama, jauh dari siapapun dan dimanapun. Saat berusia sebelas tahun, sang ayah dipindah tugaskan ke Mesir. Ayahnya menjadi General Manager Barclays Bank di Kairo. Hampir selama sepuluh tahun, ia selalu menghabiskan waktu liburan di Mesir. Sekolah di London, dan liburan di Mesir. Ia mulai jatuh cinta pada Mesir. Saat kembali ke sekolah seusai liburan, ia bertanya untuk apa kembali ke asrama Yorkshire Moor, ia merasa tak menyukai tempat itu. “Saya mulai bertanya pada diri sendiri mengapa saya ada, apa tujuan hidup saya, hidup ini untuk apa?” Ia lantas mulai mencari jawaban, memulai pecarian. Pencarian itu barangkali bisa ditemukan melalui agama lain yang mungkin bisa memberikan pemahaman tentang tujuan hidup. Sepuluh tahun waktu yang di ia habiskan di Mesir. Ada satu masa saat ia berumur 19 tahun berbincang tentang Islam dengan seseorang. Ia memang meragukan Katholik sebagai agamanya. Tapi saat itu siapapun yang mempertanyakan agamanya itu, ia akan tetap membela keimanannya. Ia merasakan ini sebagai sebuah paradoks yang aneh. Laporkan iklan? “Aku berbincang dnegan orang itu selama 40 menit. Pemuda itu memintaku menjawab beberapa pertanyaan darinya,” katanya. Si pemuda menanyakan “Apakah kau mempercayai Yesus?”, Anthoni menjawab “Ya”. Pemuda itu kemudian bertanya lagi, “Apakah kamu percaya Yesus mati disalib?”, Anthoni kembali menjawab “Ya.” Si pemuda kembali bertanya “Jadi kamu percaya Tuhan mati?”. Seketika Anthony terperangah, menyadari sebuah ironi. Sambil mengakui kebodohan dirinya, ia menjawab, “Tentu saja saya tidak percaya Tuhan mati. Manusia tidak bisa membunuh Tuhan,” tandas Anthony. Pertemuan dengan pemuda Mesir itu menjadi titik balik dalam kehidupan Anthony. Sebelumnya ia tak pernah bermimpi bahkan memikirkan tentang Islam. Anthony berpikir bahwa karena taka da agama, maka ia harus jadi orang kaya. Ia berpikir bagaimana menghasilkan uang tapi hanya sedikit usaha. “Siapa yang ingin mengabiskan banyak waktu untuk bekerja?” pikirnya. Ia mengingat orang Inggris yang memiliki banyak uang tapi mereka bekerja terlalu keras, bahkan sampai terjadi revolusi industri. Orang Amerikapun harus berjuang keras untuk menjadi kaya. Orang Jepang pun dikenal sebagai penggila kerja. “Kemudian saya berpikir tentang orang Arab. Mereka duduk di atas unta dan berteriak ‘Allahu Akbar’, tapi mereka kaya,” ujarnya. Anthoni merasakan ketertarikan luar biasa untuk membeli Alquran. Ia mengambil terjemahannya. “Aku tak ingin mencari kebenaran. Aku hanya ingin tahu apa isi kitab suci ini,” katanya. Anthony adalah pembaca yang cukup cepat. Ia membaca Alquran saat berada di kereta api. Seketika itu pula ia menyimpulkan dan berkata pada diri sendiri, “Jika saya pernah membaca buku yang berasal dari Tuhan, maka ini dia bukunya.” Ia menyakini Alquran itu berasal dari Allah. Ketika menyadari itu ia mulai bergerak lebih jauh, tak hanya membaca Alquran saja, tapi untuk mengamalkannya juga. “Sama saja seperti kita melihat apel yang terlihat harum, kita tak akan pernah tahu rasanya kalau tidak mencicipinya,” katanya. Tertarik dengan pengamalan Alqurlan ia pun mulai mencoba untuk shalat meski saat itu ia belum resmi mengucap syahadat. Tak tahu bagaimana cara shalat, ia mengingat-ingat bagaimana seseorang yang pernah ia temui di Mesir melakukan shalat. “Saya mengingat seorang lelaki shalat dengan cara yang lebih indah dibandingan saya ketika saya masih menjadi Katholik,” ingatnya. Suatu hari Anthony pergi ke toko buku yang kebetulan berada di dalam masjid. Toko itu memiliki koleksi buku tentang Muhammad dan tata cara shalat. Seorang pria menanyakan apakah ia seorang Muslim. Anthony lantas menjawab, “Apakah saya Muslim, apa yang ia maksud dengan itu? Saya bilang ‘Ya saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusannya’.” “Ah, bila demikian, Anda Muslim. Ini waktunya shalat, mari kita shalat,” ajak lelaki itu. Anthony kebetulan datang ke toko buku itu saat hari Jumat. Ia yang tak paham gerakan shalat hanya berusaha shalat dengan gerakan yang ia tahu saja. Masih salah disana-sini. “Setelah itu orang-orang mengelilingi saya dan mengajarkan saya cara shalat yang benar. Itu rasanya fantastis!” Namun butuh dua tahun sebelum akhirnya ia resmi bersyahadat dan menjadi Muslim. Anthony mengaku menyesal telah menyia-nyiakan waktu dua tahun sebelum menjalani Islam dengan baik. “Aku tahu kebenaran tapi tak segera menjalankannya. Itu adalah kondisi yang buruk. Jika kita tidak tahu, maka tidak dikenai dosa. Tapi masalahnya saya tahu apa yang benar,” katanya. Kini Anthony telah berganti nama menjadi Abdur Raheem Green. Seorang Muslim. [sa/islampos/onislam]

Irene Handono: Yesus Tidak Membuat Agama Baru

Irene Handono: Yesus Tidak Membuat Agama Baru Posted by First Author Date: 24 Juni 2015 in: Headline, Nasional Irene Handono sharia.co.id – Seluruh Nabi agamanya adalah Islam. Mulai dari Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan terakhir Nabi Muhammad. Agama Kristen lahir karena pengaruh besar Paulus yang mengotak-atik ajaran Nabi Isa as (Yesus). Setelah peristiwa penyaliban, berbeda-beda pendapat tentang kondisi Yesus (Isa as). Ada yang menganggapnya mati di tiang salib. Keyakinan ini yang diinginkan oleh rabi-rabi Yahudi dan umatnya yang menolak Yesus. Dan ada pula yang berpendapat bahwa Yesus (Isa as) belum meninggal, tapi Allah telah menyelamat-kannya seperti yang di katakan dalam Alquran, surah An-Nisa : 157.Seperti apa perkembangan umat sepeninggal Yesus (Isa as), lihat berikut ini: Yahudi Terbelah Umat Yahudi terbagi atas tiga golongan. Pertama, orang Yahudi yang meyakini kebenaran misi Yesus dan kemudian menjadi pengikut Yesus. Mereka ini disebut sebagai Nasrani dan di antara mereka ada murid-murid yang setia yang disebut dalam Alquran sebagai Hawariyyun (QS As-Shaff : 14). Dalam tulisan-tulisan ahli sejarah, golongan ini disebut sebagai Yudeo-Christianity/Yahudi-Kristen. Kedua, orang Yahudi yang memusuhi Yesus dan pengikutnya. Mereka ini pengikut rabi-rabi Yahudi. Merekalah yang ketika Pilatus memberikan pilihan antara Yesus dan Barabas, maka mereka lebih memilih Barabas untuk dibebaskan ketimbang Yesus. Matius 27:21-22 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka: “Barabas.” Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia harus disalibkan!” Ketiga, orang yang bukan bangsa Israel dan mereka juga tidak menganut agama Yahudi. Mereka ini disebut dengan Goy-yim/Gentile. Umumnya kaum ini berasal dari Romawi dan daerah lain. Mereka memuja berhala atau banyak tuhan sehingga disebut kaum pagan. Jati Diri Paulus Dalam perkembangannya muncul seorang bernama Paulus. Dialah yang mengubah keyakinan yang dibawa Yesus dengan wajah baru yang sama sekali berbeda dengan keyakinan aslinya. Ironis-nya keyakinan inilah yang diikuti hingga detik ini oleh umat Kristen sedunia. Nama aslinya adalah Saul, lahir di Tarsus (Turki) kira-kira 2 tahun sebelum Masehi. Karena Yesus lahir kira-kira tahun 6 SM, maka Paulus kira-kira berusia 8 tahun lebih muda daripada Yesus. Ayah Paulus berasal dari Suku Benyamin salah satu suku dari 12 suku Bani Israel. Saat itu di kota Tarsus terdapat sebuah perguruan Yunani, sejum-lah kuil dewa-dewi, gedung komedi, dan tempat-tempat hiburan lainnya yang sangat digemari oleh orang-orang Yunani. Sejak muda Paulus sangat tertarik pada kebuda-yaan Yunani terutama filsafatnya. Pada dirinya terkumpul dua pengaruh, hukum Taurat dan filsafat Yunani. Sinkretisme Secara formal Paulus juga berguru pada Gamalil, seorang ulama Yahudi yang amat terkenal di Yerusalem. Persinggungan pengaruh filsafat Yunani terhadap agama Yahudi di masa itu adalah hal yang umum. Aliran filsafat Yunani yang amat berpe-ngaruh ketika itu adalah aliran Stoa yang pantheistik menganggap Tuhan dan makh-luk merupakan suatu kesatuan yang sama zatnya dan hanya berbeda dalam peng-lihatan bentuk. Pencampuran antara ajaran filsafat Stoa dengan ajaran agama Yahudi terdapat pada filosof Yahudi Philo. Ia menganggap Logos dari Stoa sebagai semacam malaikat yang tertinggi alias Roh Kudus. Philo hidup semasa dengan kehi-dupan Yesus dan Paulus. Paulus bukanlah orang Betlehem (kota kelahiran Yesus) atau orang sekte Naza-rene/Nazorite dan bukan pula orang Yeru-salem. Ia tidak pernah berhubungan dengan lingkungan Yesus. Dia bukanlah murid Yesus, juga bukan pula pengikutnya. Malah bibel sendiri mencatat Paulus merupakan musuh pengikut-pengikut Yesus dan ia bertindak sangat kejam sekali kepada mereka. Paulus hingga matinya tidak pernah menikah karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan. Menyusup Paulus menyatakan diri sebagai Rasul Yesus. Dia menemui para murid Yesus, mengetahui kelebihan, kelemahan dan kekuatan pengaruhnya. Dia memulai rencananya dengan menyebarkan ajarannya kepada orang-orang non Yahudi. Karena merasa mendapat kemajuan, dia mencurah-kan seluruh kemampuannya dan berhasil mendapatkan pengikut dalam jumlah besar. Ia memasukkan ide-ide filsafat Yunani ke dalam ajaran Yesus yang didapatkannya dari murid Yesus. Ajaran Yesus (Isa as) adalah khusus hanya untuk bani Israel, hal ini disebutkan dalam Alquran, Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membe-narkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datang-nya) seorang Rasul yang akan datang sesu-dahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (Qs. As-Shaff :6) Dan juga dalam Bibel disebutkan dengan jelas sekali bahwa misi Yesus hanya untuk bani Israel. Matius 10:5-6 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Kebudayaan Yunani sangat berpengaruh luas di masyara-kat tanah Yudea kala itu, yang sekarang Palestina. Masuknya kebudayaan dibawa penjajah Romawi. Selain menjajah, merampok harta rakyat dan kekayaan alam, mereka juga menyebarkan ideologi mereka ke masyarakat Yahudi yakni Pantheisme. Kalau kita pernah menonton film serial Hercules, di sanalah gambaran tentang ajaran Pantheisme. Ajaran yang menyembah pada banyak tuhan. Ada yang disebut dengan Zeus, tuhan tertinggi, bapak semua tuhan. Ada Hera, istri Zeus, Ares tuhan perang, Aprodite tuhan kecantikan, dan masih banyak yang lain. Yang menarik di sini, Zeus mengawini perempuan bumi dan melahirkan seorang anak laki-laki yang super kuat yang diberi nama Hercules. Dan dia dianggap sebagai penyelamat umat manusia. Mengapa disebut menarik, sosok pribadi Hercules ini sangat mirip dengan Yesus yang juga dianggap sebagai penyelamat umat manusia. Memang keda-tangan Yesus (Isa as) adalah untuk menye-lamatkan umat manusia tapi bukan sebagai tuhan yang hidup di tengah manusia seperti halnya Hercules. Nabi Isa as hanyalah seorang manusia, utusan Allah, seorang nabi, seorang penunjuk jalan pada kebenaran yang diridhai Allah SWT. Nah ajaran yang salah ini, bahwa Yesus adalah tuhan seperti halnya Hercules, justru disebarluaskan oleh Paulus. Ajaran Yesus adalah menyembah pada tuhan yang satu, tauhid. Sedangkan ajaran Paulus adalah bentuk turunan dari ajaran Pantheisme. Paulus mengajarkan trinitas, tiga tuhan yakni bahwa ada Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan tuhan Roh kudus. Berikut adalah bagaimana sesungguhnya perbedaan ajaran Paulus dan Yesus. 10 pokok beda ajaran Yesus dan Paulus : 1. Ajaran Yesus: Yesus adalah utusan Tuhan (Yesus tidak pernah meminta disembah/dituhankan). Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24) Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3), (Yohanes 11:42) Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya….Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku. (Yohanes 13:16,20) Kamu telah mendengar, bahwa Aku (Yesus) telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (Yohanes 14:28) Ajaran Paulus: Yesus adalah tuhan. Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9) Paulus berusaha mendoktrin orang lain bahwa hanya dengan meyakini Yesus sebagai Tuhan dan percaya Yesus telah bangkit dari antara orang mati, maka ia akan diselamatkan. Dalam ajaran Paulus/Kristen, Yesus lebih dipromosikan sebagai Tuhan ketimbang dengan Tuhan Allah/Bapa. Bandingkan dengan pernyataan-pernyataan Yesus yang lebih menonjolkan Allah/Bapa sebagai Tuhan Yang Esa. 2. Ajaran Yesus : Tidak membatalkan hukum Taurat, justru meneruskan hukum Taurat. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17) Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (Matius 5:18) Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekali-pun yang paling kecil, dan mengajar-kannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:19), (Matius 5:20) Hukum Taurat merupakan bagian dari ajaran Yesus yang wajib dilaksanakan oleh umatnya. Ajaran Paulus: Kristen mengutuk hukum Taurat. Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami-pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16), (Galatia 3:24-25), (Galatia 5:4), (Roma 3:27-28) dan (Efesus 2:15). 3. Ajaran Yesus: Laki-laki harus Khitan. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. (Lukas 2:21) Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (Kejadian 17:10-11) Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. (Kejadian 17:12), (Kejadian 17:13), (Kejadian 17:14), (Kejadian 21:4) Ajaran Paulus : Kristen tidak mewajibkan Khitan. Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6) Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19) 4. Ajaran Yesus: Tidak ada dosa waris. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14) Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20) Ajaran Paulus: Setiap orang mewarisi dosa Adam Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang (Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12) NB: Oleh karena dosa warisan dari Adam tersebut, menurut Paulus, disalibnya Yesus konon untuk menebus dosa-dosa manusia. 5. Ajaran Yesus: Berpuasa, berwudlu, mengajarkan sujud serta berdoa ketika sedang sujud. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, (Matius 6:17) Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan–seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. (Keluaran 40:31-32) Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39), (Bilangan 20:6), (Kejadian 17:2-3) Ajaran Paulus: bernyanyi di gereja. Dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (Efesus 5:19) Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. (Kolose 3:16) 6. Ajaran Yesus : Melarang hidup mewah di dunia. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membong-kar serta mencurinya.Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19-20). Ajaran Paulus : Tidak ada larangan hidup mewah dalam ajaran Kristen “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.” (Efesus 4:28) 7. Ajaran Yesus : Meninggal dunia dibungkus kain kafan. Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengafaninya dengan kain lenan yang putih bersih, (Matius 27:59) Mereka mengambil mayat Yesus, mengafaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. (Yohanes 19:40) Ajaran Paulus : meninggal dunia diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati. Misalnya, meninggalnya Paus Yoha-nes Paulus II, penyanyi Broery Marantika, dan mantan Menko Ekuin Radius Prawiro. Ketiganya diberi pakaian rapi dan dibungkus peti mati sebelum dikubur. 8. Ajaran Yesus : Tidak membatalkan hukum rajam. Musa dalam hukum Taurat memerin-tahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu (Yesus) tentang hal itu?” (Yohanes 8:5) Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya (Yesus), Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak ber-dosa, hendaklah ia yang pertama melem-parkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:7). Ajaran Paulus : Tidak ada hukum rajam dalam ajaran Kristen. Ajaran Kristen menolak hukum rajam, karena ia adalah bagian dari hukum Taurat. Lihat kembali pernyataan Paulus dalam Galatia 2:16 (butir 2 di atas). 9. Ajaran Yesus : Menerapkah hukum Qisash Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (Matius 5:38) mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki (Keluaran 21:24) patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya. (Imamat 24:20) Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.” (Ulangan 19:21) Ajaran Paulus : Membatalkan hukum Qisash, menjerumuskan dalam perbudakan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. (Matius 5:39-42) 10. Yesus tidak membuat agama baru. Lihat kembali pernyataan Yesus dalam Matius 5:17-20 (Butir 2 di atas). Namun, Kristen adalah agama baru yang lahir setelah usaha penyaliban Yesus. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. (Kisah Para Rasul 11:26). Nah, maka makin jelaslah. Umat Kristen saat ini adalah bukan penganut Yesus, tapi Paulus.(Irena Handono/VOA/iz)

Berlinang Air Mata, Imam Besar Katolik Ini Nyatakan Akhlak Muslim Lebih Mulia daripada Pemeluk Kristen

Redaksi Salam-Online – Senin, 18 Zulhijjah 1435 H / 13 Oktober 2014 08:56 Rusia-Imam Besar katolik ortodoks rusia-Dimitri Smirnov-jpeg.image Imam Besar Katolik Ortodoks Rusia, Dimitri Smirnov MOSKOW (SALAM-ONLINE): Dunia maya kembali dibuat takjub oleh beredarnya di Youtube pernyataan kekaguman terhadap keagungan Islam. Rasa takjub akan kebesaran Rahmaan dan Rahiim Allah subhanahu wata’ala itu diucapkan oleh seorang Imam Besar Katolik Ortodok Rusia, Dimitriv Smirnov. Berikut pernyataan Dimitriv dalam video Youtube-nya yang tersebar secara viral melalui Whatsapp pada Kamis (9/10/2014), seperti dilansir arrahmah.com, Sabtu (11/10). Dimitriv Smirnov yang berbicara di hadapan ratusan jemaatnya, seperti dikutip The World Buletin News-Rusia, mengatakan bahwa masa depan Rusia akan menjadi milik umat Islam. “Kalian lihat…ketika Umat Islam merayakan hari besar keagamaannya, tidak satu pun orang yang berani melewati mereka karena di seluruh dunia di masjid-masjid dan jalan-jalan kota dipadati jutaan umat Islam yang sedang bersujud kepada Tuhannya. Saksikanlah…barisan juta umat manusia yang beribadah dengan sangat teratur dan mengikuti shaf mereka masing-masing dan hal itu tidak perlu diajarkan. Mereka berbaris dengan tertib tanpa harus diperintah. Lalu apakah kalian melihat pemeluk kristen seluruh dunia bisa beribadah bersama? Dan hal itu tidak ada dalam kristen…kalian tidak akan pernah melihatnya. Lihatlah mereka…orang Muslim kerap membantu dengan sukarela tanpa berharap imbalan tapi pemeluk kristen malah sebaliknya. Kalian tanyakan pada wanita tua itu (sambil menunjuk wanita yang lumpuh yang berada di gerejanya). Menurut wanita tua itu seorang pengemudi Muslim sering menyediakan jasa transportasinya untuk mengantarnya ke gereja di Moskow. Dan tiap wanita tua itu ingin memberinya upah, pengemudi Muslim selalu menolaknya dengan alasan bahwa Islam melarang mengambil upah pada wanita lansia, jompo, dhuafa dan anak-anak yatim di berbagai panti dan yayasan. Dengarkanlah persaksiannya…padahal wanita tua itu bukan ibu atau kerabatnya. Tapi pengemudi Muslim mengatakan dalam Islam wajib menghormati orang yang lebih tua apalagi orang tua yang lemah dan tak berdaya tersebut. Keikhlasan pribadi pengemudi Muslim tersebut tidak ditemukan di antara pemeluk kristen yang (digembar-gemborkan) mengajarkan kasih, tapi pengemudi Muslim dengan penuh belas kasih tidak meminta upah atas jasa transportasinya pada wanita tua itu. Seorang Muslim justru lebih dekat dengan sang mesiah tapi orang kristen hanya ingin uang. Apakah kalian tidak merasakan itu? Sebagaimana dalam prosesi penebusan dosa, siapa saja harus membayar pada pendeta-mu, entah itu miskin atau manula wajib memaharkannya sebagai ritual pengampunan dosa.” Ratusan jemaat yang mengikuti misa imam besarnya hanya terdiam dan merenung. Dimitriv pun melanjutkan ceramahnya. “Saksikan juga…seorang Muslim tidak tertarik untuk mengambil upah dari orang-orang lansia. Mereka begitu ikhlas dengan sukarela membawakan barang-barang serta belanjaan wanita tua itu…sampai sang wanita tua itu hendak berdoa ke gereja sang pengemudi Muslim setia mengantar jemput wanita tua itu. Inilah mengapa saya mengatakan masa depan Rusia akan didominasi pemeluk Islam dan negeri ini akan menjadi milik Islam. Kalian lihat pribadi yang berbudi luhur dan santun mampu membuat dunia tercengang, ternyata akhlak Muslim lebih mulia daripada jemaat Kristen. Kalian mendengar bahwa Islam dituduhkan sebagai agama “teroris” tapi itu hanya isu belaka yang pada kenyataannya Umat Islam lebih mengedepankan tata krama serta kesopanan. Walau mereka difitnah sebagai “teroris”, tetapi populasi jumlah muallaf di Eropa dan Rusia makin ramai berdatangan ke tempat ibadah orang Muslim untuk memeluk Islam. Itu karena para muallaf tahu betul bahwa Islam tidak sekejam yang dunia tuduhkan. Sekarang dan selamanya, masa depan Rusia akan dimiliki Umat Islam. Masa depan adalah kembalinya kejayaan Islam. Lihatlah populasi Muslim di Rusia telah berjumlah 23 juta dan pemeluk kristen mengalami penurunan menjadi 18 juta, lalu sisa yang lainnya masih tetap komunis. Ini sebuah fakta bahwa Islam sekarang menjadi agama terbesar di Rusia. Di utara bekas pecahan negara Uni Soviet mayoritas penduduknya Muslim, yaitu republik Chechnya, Tarjikistan, Kajakhstan, Uzbeckistan dan Dagestan. Lalu Umat Islam juga telah menjamah kota-kota besar Rusia termasuk Moskow.” Imam besar Dimitriv mengakhiri khutbahnya dan turun dari mimbarnya dengan berlinang air mata. Sementara para jemaatnya masih terpaku dan haru. Mereka tidak menyangka seorang imam besar Katolik bisa mengagungkan orang Muslim. Sebagian jemaat ada yang menangis melihat bagaimana ajaran Islam ternyata begitu berbudi luhur dan tidak layak disebut “teroris”.

Jumat, 08 Mei 2015

Stop! Jangan Cukur Habis Bulu Kemaluan Anda

Tidak jarang kita menganggap bulu kemaluan kita mengganggu dan ingin mencukurnya. Tapi sebelum melakukannya, stop! Jangan cukur habis bulu kemaluan anda karena ternyata ada efek-efek yang ditakutkan bisa terjadi jika kita mencukurnya sampai habis. Memang, terkadang bulu-bulu tersebut amat mengganggu dan kadang menjadi begitu lebat sehingga kita merasa risih. Dalam agama Islam sendiri juga sebenarnya dibolehkan untuk memotong bulu kelamin, tapi tidak boleh hingga habis. Kali ini bersama akan kita bahas apa alasannya. Stop! Jangan Cukur Habis Bulu Kemaluan Anda Fungsi-Fungsi Dari Bulu Kemaluan yang Kita Miliki Ternyata ada fungsi bulu kemaluan yang kita miliki, dan ternyata fungsi-fungsi tersebut cukup membantu hidup kita yaitu: Sebagai sumber pemberi kehangatan untuk kemaluan kita. Sebagai tanda pubertas, dan tanda bahwa seseorang sudah matang secara sek*ual. Bulu kemaluan adalah satu yang amat membantu untuk mengurangi gesekan ketika seseorang melakukan hubungan sek*ual. Sebagai pelindung daerah-daerah yang sensitif di sekitar kemaluan. Sebagai penyalur pengeluaran feromon seseorang. Meskipun letak bulu kemaluan tersembunyi, tak berarti kita tidak perlu merawatnya sebagaimana kita merawat rambut-rambut lainnya yang ada di bagian lain tubuh kita seperti misalnya di rambut kepala atau ketiak. Kita juga harus memperhatikan kebersihan hingga kesehatan dari bulu kemaluan yang kita miliki mengingat fungsinya yang cukup banyak tadi untuk tubuh kita. Memang terkadang kita merasa terganggu dengan bulu kemaluan yang kelewat panjang, dan tidak disangkal lagi bahwa terkadang kita ingin menghabisi seluruh bulu kemaluan itu begitu saja agar tidak ada lagi yang tersisa dari bulu-bulu itu. Beberapa dari kita akan menggunakan alat cukur atau gunting, tapi sebelum mulai menghabisinya, stop! Jangan cukur habis bulu kemaluan anda karena hal tersebut mampu menimbulkan efek-efek yang cukup buruk. Salah satu efek paling berbahaya dari mencukur bulu kemaluan kita hingga habis adalah microtear yang bisa terjadi. Microtear ini sendiri adalah sebuah luka kecil yang terjadi di daerah pori-pori kulit, sehingga membuka kesempatan yang cukup besar untuk infeksi masuk ke daerah kemaluan kita. Dengan adanya microtears ini, kita malah meningkatkan kemungkinan kita untuk terkena penyakit seksual yang menular seperti contohnya adalah munculnya kutil, bahkan hingga HIV atau juga herpes. Memang, jika kita tidak pernah merapikan bulu kemaluan kita juga akan berdampak buruk. Akan banyak kutu, kuman, jamur, hingga bakteri yang bisa menyerang dan membuat kulit kita menjadi rusak. Nah, untuk itu kita harus sering merapikan bulu kemaluan yang kita miliki, tapi harap diingat untuk tidak merapikannya hingga botak dan habis. Cara paling mudah untuk merapihkan bulu-bulu ini adalah dengan mengguntingnya sekitar setengah atau satu sentimeter. Pastikan sebelum memotong kita sudah memberikan busa sabun dan mencuci alat guntingnya dengan air panas agar bebas dari kuman-kuman yang mungkin mampu menempel. Tidak bisa dipungkiri juga bahwa kesehatan pada rambut-rambut di area kemaluan kita memang juga tergantung kepada kulit yang kita miliki. Seandainya muncul keluhan mengenai rasa gatal, sakit, perih, atau bahkan kemerahan, berarti itu tandanya kulit atau daerah sekitar kulit milik kita tidak dalam kondisi yang baik, dan bisa berpengaruh juga kepada bulu kemaluan kita. Nah, jika itu terjadi kita bisa sekalian melakukan konsultasi ke dokter yang ahli.

Ingin Salat Khusyu? Begini Caranya Reporter : Ayik | Jumat, 8 Mei 2015 09:02

Yang akan hilang dari agama kita pertama-tama dimulai dari agama kita pertama-tama dimulai dari kekhusyu'an saat melakukan ibadah. Dream - Kekhusyu’an orang yang sedang salat sudah menjadi target dari setan yang dari awal sudah berjanji untuk mengajak orang-orang ke dalam lembah kesesatan. Iblis akan berusaha menggunakan segala macam kelicikan agar kita tidak lagi salat dengan khusyu, dan ia akan menimbulkan sebuah perasaan was-was kepada semua manusia yang sedang salat. Sehingga mereka tidak akan lagi mampu merasakan kenikmatan yang muncul ketika seseorang sedang melakukan salat, dan pahala yang akan didapatkan juga berkurang banyak. Hilangnya kekhusyu’an orang saat salat mungkin sejalan dengan apa yang pernah dikatakan oleh Hudzaifah Radhiyallah. Ia berkata bahwa apa yang akan hilang dari agama kita pertama-tama dimulai dari kekhusyu’an saat melakukan ibadah. Baru setelah itu salat akan menjadi yang terakhir hilang dari bumi. Orang-orang mungkin masih melakukan shalat, tapi mereka tidak akan mendapatkan pahala, dan akan banyak ditemukan golongan yang salat tapi tanpa kekhusyu’an di dalam shalatnya. Untuk menepis hal itu, hal ini dapat meningkatkan kekhusyu'an saat menunaikan salat: 1. Menyiapkan diri untuk salat 2. Selalu mengingat tentang kematian saat salat 3. Menyadari Allah akan selalu mengabulkan doa dalam salat 4. Memandang lurus ke tempat sujud 5. Berlindung kepada Allah yang maha segalanya agar terhindar dari godaan syetan 6. Jangan mengganggu yang lainnya dengan bacaan yang lantang Cara dan Kiat Mudah Mendapatkan Shalat yang Khusyu’ Shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim, dan ternyata ada beberapa cara agar mendapat shalat khusyu’. Shalat yang dilakukan secara khusyu' dan penuh dengan penghayatan adalah sesuatu yang amat sangat dianjurkan dalam syariat Islam, mengingat shalat sendiri adalah salah satu dari lima rukun Islam. Lagipula, shalat memiliki banyak pahala dan sifatnya juga amat praktis dan fleksibel, bisa dilakukan dimana saja. Jika kita tidak sempat? Bisa kita rangkap dengan shalat sesudah maupun sebelumnya. Cara dan Kiat Mudah Mendapatkan Shalat yang Khusyu’ Sedikit Mengenai Kekhusyu’an Seseorang Saat Shalat Kekhusyu’an orang yang sedang shalat sudah menjadi target dari setan yang dari awal sudah berjanji untuk mengajak orang-orang ke dalam lembah kesesatan. Iblis akan berusaha menggunakan segala macam kelicikan agar kita tidak lagi shalat dengan khusyu’, dan ia akan menimbulkan sebuah perasaan was-was kepada semua manusia yang sedang shalat sehingga mereka tidak akan lagi mampu merasakan kenikmatan yang muncul ketika seseorang sedang melakukan shalat, dan pahala yang akan didapatkan juga berkurang banyak. Hilangnya kekhusyu’an orang saat shalat mungkin sejalan dengan apa yang pernah dikatakan oleh Hudzaifah radhiyallah. Ia berkata bahwa apa yang akan hilang dari agama kita pertama-tama dimulai dari kekhusyu’an saat melakukan ibadah. Baru setelah itu shalat akan menjadi yang terakhir hilang dari bumi. Orang-orang mungkin masih melakukan shalat, tapi mereka tidak akan mendapatkan pahala, dan akan banyak ditemukan golongan yang shalat tapi tanpa kekhusyu’an di dalam shalatnya. Cara dan Kiat Mendapat Shalat Khusyu’ dengan Pahala yang Besar Memang, kekhusyu’an sangat penting dalam shalat, dan karena itulah kini akan kita bahas beberapa hal yang mungkin bisa meningkatkan kekhusyu’an kita saat sedang menunaikannya: 1. Menyiapkan diri untuk shalat Yang paling pertama harus dilakukan sebelum kita memulai shalat, kita harus bersiap-siap dengan menjawab adzan, berdoa, dan berwudhu dengan sempurna. 2. Selalu mengingat tentang kematian saat shalat Ada sebuah hadits yang dinilai shahih oleh Albani dalam buku As-Silsilah Ash-Shahihah, yang isinya adalah mereka yang selalu ingat mati saat sedang shalat maka akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat shalat mereka menjadi amat sempurna. Kita disarankan shalat seakan kita tidak bisa lagi melakukan shalat setelah itu. 3. Menyadari Allah akan selalu mengabulkan doa dalam shalat Mutadrak al-Haakim menuliskan bahwa jika ada seseorang yang shalat, maka orang itu dinilai sedang bermunajah. Ketika itu juga mereka seharusnya sadar akan cara mereka meminta. Itulah salah satu tips agar mendapat shalat khusyu’. 4. Memandang lurus ke tempat sujud Dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Hakim, diketahui bahwa Nabi Muhammad SAW terbiasa untuk menundukkan pandangannya, agar ia bisa melihat langsung ke arah tanah atau tempat ia akan sujud nantinya. 5. Berlindung kepada Allah yang maha segalanya agar terhindar dari godaan syetan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah memberi tahu Abul Aash perihal Khanzab, setan yang menghalangi orang ketika shalat. Cara menghilangkannya adalah dengan meludah ke arah kiri sebanyak 3 kali, dan Allah akan segera menghilangkan Khanzab. 6. Jangan mengganggu yang lainnya dengan bacaan yang lantang Ini adalah salah satu masalah yang sering terjadi di masyarakat kita, membaca bacaan keras saat menjadi makmum shalat berjama’ah. Ketika kita membaca dengan bacaan keras, kita akan menghilangkan kekhusyu’an seseorang, dan ini adalah yang terakhir dalam daftar cara dan kiat mudah agar mendapatkan shalat yang khusyu’.